
Image : otodetik
Insiden kebakaran yang melibatkan kapal pengangkut mobil listrik kembali mengguncang industri otomotif global. Kapal kargo Morning Midas terbakar hebat lepas Pantai Alaska dan hingga hari keenam, api masih belum bisa terkendali. Seluruh awak kapal telah dievakuasi, dan kini kapal tersebut dibiarkan mengapung tanpa penumpang di tengah laut.
Kapal mobil listrik terbakar Mengangkut 3.000 Mobil, Termasuk 800 Mobil Listrik
Morning Midas berlayar dari China menuju Meksiko dengan membawa sekitar 3.000 unit mobil. Dari jumlah tersebut, setidaknya 800 unit merupakan mobil listrik, baik full BEV maupun hybrid. Beberapa di antaranya berasal dari pabrikan otomotif asal Tiongkok seperti Chery dan Great Wall Motor.
Insiden ini menjadi sorotan karena mobil listrik memang terkenal lebih sulit untuk memadamkan saat terbakar. Hal ini berkaitan dengan karakteristik baterai lithium-ion yang menyimpan panas lebih lama dan bisa menyulut api kembali meski tampak sudah padam.
Kapal mobil listrik terbakar Awak Kapal Dievakuasi, Api Tak Kunjung Padam
Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Selasa, 3 Juni 2025. Hanya dalam waktu 24 jam, upaya pemadaman gagal. Seluruh 22 awak kapal pun langsung evakuasi demi keselamatan. Sejak saat itu, kapal mengapung sekitar 2.000 kilometer dari daratan terdekat, membuat proses pemadaman semakin sulit untuk melakukannya.
Bahkan hingga akhir pekan lalu, asap hitam masih terus membubung dari badan kapal. Kondisi ini menunjukkan bahwa sumber api belum sepenuhnya padam dan berpotensi menyebar lebih luas.
Kapal mobil listrik terbakar Kebakaran Mobil Listrik Butuh Penanganan Khusus
Tidak seperti kendaraan bermesin pembakaran internal yang membutuhkan sekitar 10.000 hingga 17.000 liter air selama 30 menit, mobil listrik membutuhkan 136.000 liter air dan waktu empat jam untuk benar-benar padam. Jumlah ini jelas menunjukkan tantangan besar dalam menangani insiden semacam ini, terlebih jika lokasinya berada jauh dari akses darat.
Kondisi ini mempertegas urgensi bagi operator kapal dan otoritas kelautan internasional untuk menyusun prosedur penanganan kebakaran kendaraan listrik di laut yang lebih efektif dan responsif.
Baca Juga: Toyota Avanza Terbakar di Pondok Aren, Lansia Jadi Korban Jiwa
Dampaknya Bagi Industri Otomotif Global
Insiden ini bisa berdampak pada rantai pasok mobil listrik global, terutama bagi pabrikan yang mobilnya ikut terbakar di dalam kapal. Selain itu, peristiwa ini juga menjadi peringatan keras bagi industri logistik otomotif untuk segera mengkaji ulang protokol pengangkutan EV (Electric Vehicle), baik dari sisi keamanan maupun teknis pemadaman.
Kasus kapal mobil listrik terbakar ini menunjukkan bahwa transisi ke kendaraan ramah lingkungan masih menyimpan tantangan besar, terutama dalam hal keselamatan transportasi massal. Pihak terkait harus bertindak cepat agar peristiwa serupa tak terulang, sekaligus memastikan bahwa inovasi hijau tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan.
Jika kamu tertarik mengikuti perkembangan insiden ini dan berita otomotif lainnya, jangan lupa subscribe dan ikuti terus blog ini.






Leave a Reply