Pajak Kendaraan di Indonesia Dinilai Terlalu Tinggi, Apa Dampaknya?

Kalau ngomongin soal pajak kendaraan di Indonesia, ternyata beban yang harus ditanggung pemilik mobil di sini termasuk salah satu yang paling tinggi di dunia. Hal ini diungkapkan langsung oleh Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara. Menurutnya, kesadaran ini muncul saat ia menghadiri forum internasional dan mendapat komentar dari perwakilan US Automotive Council bahwa pajak mobil di Indonesia adalah yang paling tinggi.

Pajak Kendaraan di Indonesia Vs Negara Tetangga

Buat gambaran, perbandingan dengan Thailand dan Malaysia cukup bikin kaget. Pajak tahunan mobil di Indonesia bisa 5 sampai 30 kali lipat lebih mahal. Kukuh memberi contoh, saat Avanza diproduksi di Indonesia, pajak tahunannya bisa mendekati Rp5 juta. Padahal, di Malaysia yang justru impor dari Indonesia, pajaknya nggak sampai Rp1 juta. Di Thailand malah lebih rendah lagi, sekitar Rp150 ribu.

Selain itu, Indonesia juga punya aturan tambahan terkait pajak lima tahunan, seperti cek fisik mesin, yang nggak berlaku di negara tetangga.

Struktur Pajak yang Bikin Harga Mobil Melonjak

Kenapa bisa mahal? Karena struktur pajak kendaraan di Indonesia memang berlapis. Setiap pembelian mobil baru otomatis kena banyak pungutan, mulai dari:

  • Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
  • Pajak daerah seperti Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)
  • Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

Kalau dihitung, porsi pajak ini bisa menyumbang hampir setengah dari harga jual kendaraan. Kondisi ini berbeda dengan mobil listrik (EV) yang mendapat insentif sehingga lebih ringan dari sisi pajak.

Komentar Ekonom: Pajak Indonesia Kurang Kompetitif

Peneliti Senior LPEM FEB UI, Riyanto, juga menyoroti hal yang sama. Menurutnya, sistem pajak kendaraan di Thailand jauh lebih kompetitif. Di Indonesia, beban pajak sekitar 40 persen, sementara di Thailand hanya 32 persen.

Contoh lain, bea balik nama kendaraan (BBNKB) di Indonesia bisa mencapai 12,5 persen, sementara di Thailand justru tidak ada. Lalu, PPN di Indonesia 11 persen, sedangkan Thailand hanya 7 persen. Kombinasi inilah yang membuat harga mobil di Indonesia sulit kompetitif dengan negara lain.

Perlu Reformasi Pajak Kendaraan

Kalau pemerintah ingin industri otomotif lokal lebih bersaing, terutama dengan negara tetangga, reformasi pajak kendaraan jadi salah satu kuncinya. Tanpa penyesuaian, harga mobil akan terus lebih mahal di banding Thailand atau Malaysia, sehingga daya beli masyarakat juga ikut tertekan.

Christian David
Content Writer & Car Enthusiast.

Eksplorasi konten lain dari Teman Mobil

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca