Belakangan ini, BYD Atto kembali jadi perbincangan hangat di media sosial. Bukan karena promo atau fitur barunya, tapi karena beberapa kejadian yang bikin masyarakat jadi waswas terutama soal keamanan mobil listrik. Dua insiden yang baru-baru ini terjadi baik di Indonesia maupun di Malaysia, menjadi perhatian besar di kalangan pecinta otomotif.
Insiden BYD Atto Mendadak Berhenti di Tol Malaysia
Kasus yang cukup menyita perhatian datang dari negara tetangga, Malaysia. Seorang pengguna Facebook bernama Nur Afifah Abdul Rahim membagikan pengalaman tidak menyenangkan saat mengendarai BYD Atto miliknya di jalan tol kawasan Melaka menuju Penang.
Mobil yang baru berusia 10 bulan, tiba-tiba berhenti total di lajur kanan tol saat sedang melaju dengan kecepatan 100 km/jam. Tidak ada peringatan, tidak ada indikator yang muncul di layar dashboard hanyalah tulisan “Power System Failure”. Bahkan lebih parahnya lagi, semua roda seakan terkunci, membuat mobil benar-benar tidak bisa bergerak.
Situasi ini sangat membahayakan, karena posisi berhenti tersebut berada di jalur cepat. Beberapa mobil nyaris menabrak BYD Atto yang mendadak berhenti. Untungnya, tidak ada korban jiwa. Tapi kejadian ini memunculkan pertanyaan besar: bagaimana bisa mobil berhenti tanpa adanya notifikasi?

Masalah Pelayanan After-Sales yang Dikeluhkan
Setelah kejadian itu, sang pemilik mencoba mencari pertanggungjawaban dari dealer tempatnya membeli kendaraan. Sayangnya, alih-alih mendapatkan solusi cepat, ia malah di lempar-lempar dari satu pihak ke pihak lain. Keluhan soal layanan after-sales ini juga menjadi sorotan di berbagai komentar warganet lainnya.
Setelah di periksa lebih lanjut, ternyata penyebab BYD Atto masuk ke mode aman (safe mode) adalah masalah pada pintu pengemudi bukan baterai seperti yang di perkirakan sebelumnya. Tapi yang lebih di sayangkan, tidak adanya indikator peringatan di sistem MID membuat pengemudi tak punya cukup waktu untuk bereaksi atau mengambil tindakan preventif.
Pemilik mobil itu pun menutup ceritanya dengan menyatakan sedang mempertimbangkan untuk beralih ke merek mobil lain yang menawarkan sistem keselamatan dan pelayanan purnajual yang lebih baik.
Kasus di Jakarta: BYD Atto Terbakar Saat Tidak Digunakan
Tidak hanya di Malaysia, kekhawatiran masyarakat Indonesia juga meningkat setelah viralnya kasus BYD Atto yang terbakar di Jakarta, padahal mobil sedang dalam keadaan tidak di pakai. Meski penyebab pasti masih di selidiki, kejadian ini cukup bikin netizen panik karena kepercayaan terhadap mobil listrik jadi terganggu.
Seiring dengan semakin banyaknya populasi mobil listrik di jalan raya, kasus seperti ini cepat menyebar dan berdampak besar terhadap persepsi publik.

Perlu Edukasi dan Jaminan Keamanan dari Produsen
Kasus-kasus yang menimpa BYD ini menunjukkan pentingnya dua hal: edukasi pengguna tentang fitur keamanan mobil listrik, dan komitmen produsen dalam memberikan layanan purna jual yang responsif dan transparan.
Sebagai teknologi yang tergolong baru di masyarakat luas, mobil listrik seperti BYD Atto tentu punya tantangan. Tapi agar masyarakat bisa merasa aman dan nyaman, perlu jaminan bahwa produsen benar-benar siap dengan sistem deteksi dini dan dukungan servis yang andal.






Leave a Reply