Kalau bicara soal sedan listrik mewah, BMW i7 xDrive60 Gran Lusso jelas ada di level paling atas. Mobil listrik flagship BMW ini resmi dijual di Indonesia dengan harga sekitar Rp 3,5 miliar, dan sejak awal memang diposisikan sebagai sedan listrik yang menawarkan kemewahan, kenyamanan, sekaligus performa kelas atas.
Tapi pertanyaan menariknya, gimana rasanya kalau BMW i7 ini justru dikemudikan sendiri, bukan cuma duduk manis di belakang?
Performa BMW i7: Tenang di Luar, Buas Saat Dipacu
BMW i7: Tenaga Besar, Akselerasi Tetap Halus
Di balik bodinya yang besar dan aura elegan, BMW i7 xDrive60 menyimpan performa yang nggak main-main. Sedan listrik ini di bekali dua motor listrik dengan total tenaga 537 dk dan torsi 745 Nm.
Hasilnya? Akselerasi 0–100 km/jam bisa di raih dalam 4,8 detik. Angka yang tergolong impresif untuk mobil dengan bobot sekitar 2,5 ton. Tapi yang bikin menarik, semua tenaga itu di salurkan dengan cara yang terasa effortless—tanpa drama, tanpa hentakan kasar.
Mode Sport Bikin Karakter Mobil Berubah
Saat masuk ke mode berkendara Sport, karakternya langsung terasa berbeda. Respons motor listrik jadi lebih agresif, setir terasa lebih berat dan presisi, suspensi mengencang, dan kontrol traksi di setel untuk performa maksimal.
Di tambah sistem penggerak empat roda (AWD), cengkeraman ke aspal terasa solid saat akselerasi dari posisi diam. Tenaga besar pun tersalurkan dengan rapi, tanpa gejala selip berlebihan.
BMW i7: Tetap Nyaman, Tapi Rasa BMW Nggak Hilang
BMW i7: Mode Normal Lebih Santai, Tapi Tetap Berkarakter
Meski sejatinya di ciptakan sebagai sedan super nyaman, BMW i7 tetap punya rasa berkendara khas BMW. Bahkan saat berada di mode Normal, di mana setting di buat lebih ramah penumpang, mobil ini tetap enak buat di kemudikan.
Suspensi udara menjadi lebih empuk, penyaluran tenaga terasa halus, tapi koneksi antara pengemudi dan mobil masih terasa jelas. Setirnya tetap komunikatif, dan pengemudi masih bisa merasakan bagaimana roda bekerja di permukaan aspal.
Suspensi Udara: Empuk Tapi Nggak “Kopong”
Keunggulan lain ada di suspensi udara yang di gunakan BMW i7. Bantingannya lembut, tapi tidak sampai menghilangkan rasa kontrol. Baik pengemudi maupun penumpang tetap merasakan kestabilan dan kenyamanan, bahkan saat mobil di ajak bermanuver.
Ini yang bikin mobil ini terasa unik—nyaman sebagai sedan flagship, tapi tetap menyenangkan buat pengemudi.

Baris Kedua: Tempat Paling Dimanjakan
Executive Lounge yang Bikin Lupa Nyetir
Kalau bicara soal kemewahan, jok baris kedua sisi kiri adalah bintang utamanya. Di sinilah mobil ini benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai sedan listrik mewah.
Fitur Executive Lounge Seating memungkinkan jok di rebahkan dengan kaki selonjor. Di tambah kursi pijat, ventilasi udara, dan suasana kabin yang terasa eksklusif.
BMW Theatre Mode Jadi Daya Tarik Utama
Pengalaman duduk di belakang makin lengkap dengan BMW Theatre Mode. Layar besar berukuran 31,3 inci turun dari atap, di temani ambient lighting dengan pola garis di kaca panoramic roof.
Nuansanya bukan lagi sekadar mobil, tapi lebih mirip lounge berjalan—sunyi, nyaman, dan sangat premium.
Sedan Listrik Mewah yang Tetap Enak Disetir
BMW i7 xDrive60 Gran Lusso bukan cuma soal kemewahan dan kenyamanan penumpang belakang. Di balik semua fitur mewahnya, sedan listrik ini tetap menawarkan pengalaman berkendara yang sporty, halus, dan berkelas.
Tenaga besar, akselerasi instan, handling presisi, dan suspensi yang seimbang membuat mobil ini tetap menyenangkan saat di kemudikan sendiri—tanpa mengorbankan kenyamanan penumpang.
Kalau kamu mencari sedan listrik flagship yang bisa di nikmati dari balik setir maupun jok belakang, BMW i7 xDrive60 jelas ada di level yang sulit di tandingi.






Leave a Reply