Wow! XPeng AeroHT X2, Mobil Terbang Tanpa Pilot, Target Jual 10 Ribu Unit?

Industri otomotif makin panas dengan hadirnya teknologi mobil terbang. Salah satu yang lagi jadi sorotan adalah XPeng AeroHT X2, kendaraan electric vertical take-off and landing (e-VTOL) buatan XPeng, pabrikan asal Tiongkok. Mobil terbang futuristis ini baru saja mejeng di GIIAS 2025 dan langsung bikin heboh para pecinta otomotif di Indonesia.

XPeng AeroHT X2: Mobil Terbang Masa Depan untuk Kaum Urban

XPeng AeroHT X2 dirancang dengan dua kursi dan fokus pada mobilitas kaum urban di perkotaan. Bentuknya futuristis banget dan bisa jadi solusi kemacetan di masa depan. Bahkan, XPeng mengaku tengah mempertimbangkan untuk memasarkan mobil terbang ini di Indonesia.

Mobil ini punya konsep modular yang unik. Ada semacam “Land Aircraft Carrier”, yaitu mobil induk dengan enam roda yang bisa menyimpan sekaligus membawa XPeng AeroHT X2. Jadi, kalau lagi nggak dipakai terbang, kendaraan ini bisa jalan di darat dengan mudah.

XPeng AeroHT X2 Bisa Terbang Tanpa Pilot, Ada Mode Otonom

Kecanggihan mobil terbang ini nggak berhenti di situ. Selain bisa dikendalikan secara manual, mobil terbang ini juga mampu beroperasi secara otonom. Artinya, pengguna bisa duduk santai karena sistem sudah bisa mengatur penerbangan sendiri.

Teknologi yang ditanamkan juga lengkap, mulai dari sistem redundansi, deteksi lingkungan sferis, pendaratan otomatis, kembali otomatis, hingga pemantauan darat. Jadi, keamanan penumpang tetap jadi prioritas utama.

Spesifikasi Terbang Xpeng AeroHT X2

Untuk urusan performa, XPeng AeroHT X2 bisa mengudara sejauh 20 km dengan durasi terbang sekitar 15–20 menit. Walaupun belum sejauh pesawat konvensional, tapi untuk transportasi jarak pendek di perkotaan, ini sudah lebih dari cukup.

Pabrikan juga berencana mengembangkan lebih lanjut agar jarak tempuhnya makin jauh. Jadi, bukan nggak mungkin ke depannya mobil terbang ini bisa di pakai lintas kota.

Harga dan Target Penjualan

Harga di pasar Tiongkok di patok sekitar US$ 300.000 atau setara Rp 5 miliar. Meski harganya selangit, XPeng tetap optimistis mobil terbang ini bakal di minati masyarakat. Bahkan, mereka menargetkan penjualan bisa tembus 10 ribu unit per tahun!

Regulasi dan Izin Terbang

Kalau mau pakai mobil terbang ini, pengguna nggak bisa asal langsung terbang. Di butuhkan surat izin mengemudi khusus dan juga versi modifikasi dari lisensi pilot untuk bisa mengoperasikannya. XPeng juga menyiapkan sistem berlapis untuk kontrol, powertrain, dan komunikasi, sebagai langkah antisipasi jika terjadi masalah saat operasional.

Peluang Hadir di Indonesia

Kalau bicara peluang, sebenarnya XPeng AeroHT X2 cukup menarik untuk pasar Indonesia. Beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali punya masalah kemacetan yang parah, sehingga solusi mobilitas udara bisa jadi jawaban.

Namun, ada beberapa tantangan besar:

  • Regulasi penerbangan: Indonesia perlu membuat aturan baru terkait penggunaan e-VTOL agar aman dan legal.
  • Infrastruktur: Harus ada area khusus untuk take-off dan landing di tengah kota, mirip helipad.
  • Pasar premium: Dengan harga Rp 5 miliar, jelas mobil terbang ini menyasar kalangan super kaya. Tapi melihat tren mobil listrik premium yang sudah mulai masuk ke Indonesia, bukan tidak mungkin kendaraan terbang ini juga punya peminat.

Kalau semua faktor ini bisa di atasi, Indonesia bisa jadi salah satu negara di Asia Tenggara yang membuka jalan untuk hadirnya mobil terbang.

Game Changer Dunia Transportasi

Hadirnya mobil terbang dari China ini jadi bukti nyata kalau mobil terbang bukan lagi mimpi. Dengan desain futuristis, mode terbang otonom, dan target penjualan fantastis, mobil terbang ini siap jadi game changer di dunia transportasi.

Tinggal tunggu saja, apakah Indonesia berani membuka pintu untuk XPeng AeroHT X2 di tahun 2026 nanti? Kalau iya, bisa jadi cara kita melihat mobilitas di kota besar akan berubah selamanya.

Christian David
Content Writer & Car Enthusiast.

Eksplorasi konten lain dari Teman Mobil

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca